Polrestouna.com – Sempat menjalani proses hukum pada tahapan penyidikan N alias Lahap (25) pelaku tindak pidana pencurian kini bisa bernafas lega. Hal ini menyusul dihentikannya penyidikan terhadap N dengan dasar penerapan keadilan demi hukum Restorative Justice dalam penyelesaian pidana.

Sehingga sekarang, pria yang merupakan warga Desa Matobia, Kecamatan Togean Kabupaten Touna tersebut sudah tak lagi jalani proses hukum.

Kapolres Touna, AKBP Riski Fara Sandhy, SIK, MIK melalui Kasat Reskrim Iptu Muhammad Kasim, SH membenarkan penghentian penyidikan tindak pidana pencurian sebagaimana dimaksud dalam pasal 362 KUHPidana berdasarkan Restorative Justice (Demi Hukum) sekaligus mengeluarkan tahanan berinisial  N.

“Pelaku dan korban/pelapor di mediasi oleh pemerintah desa tokoh agama dan tokoh masyarakat untuk dilakukan perdamaian berdasarkan keadilan Restorative Justice,” kata Iptu Muhammad Kasim kepada Media Info Touna, Rabu (20/7/2022).

Dia menjelaskan sebelumnya pada Minggu (17/7/2022) pihaknya telah melaksanakan gelar perkara, sehingga disimpulkan dan direkomendasikan untuk dilakukan penghentian penyidikan terhadap kasus N.

“Hal ini, karena telah terpenuhinya syarat formil dan materil sesuai ketentuan Perpol Nomor 8 tahun 2021 tentang penanganan tindak pidana berdasarkan keadilan restoratif , tercatat dalam berita negara Republik Indonesia tahun 2021 Nomor 947,” jelasnya.

Dia mengungkapkan,dalam gelar perkara itu hal yang jadi pertimbangan, sehingga bisa dilakukan resorative justive di antaranya, pelaku dalam catatan kepolisian tidak pernah bermasalah dengan hukum.

“Jadi berdasarkan pertimbangan, bahwa Pelaku melakukan pencurian karena tidak ada biaya untuk pulang kampung ke pulau bertemu keluarganya dan pelaku bukan resedivis hanya karena desakan faktor ekonomi,” ungkapnya.

Dia menambahkan, pelaku pelaku N sudah kami keluarkan Ruang Tahanan dalam keadaan sehat jasmani dan rohani.

“Sementara barang bukti sudah dikembalikan kepada pelapor atau korban,” tukasnya.*Humas Res Touna*