TOUNA – Aksi cepat tanggap dilakukan oleh tim gabungan dari Polsek Ampana Kota, Basarnas Kabupaten Tojo Una-Una, dan warga setempat dalam mengevakuasi puluhan pendaki yang sempat dinyatakan hilang di kawasan Gunung Desa Saluaba, Kecamatan Ampana Kota.
Kapolsek Ampana Kota, AKP Maryanto, mengonfirmasi bahwa operasi evakuasi yang berlangsung sejak Minggu malam (12/04/2026) hingga Senin dini hari tersebut berjalan dramatis namun berakhir sukses. Sebanyak 29 pendaki yang sempat tertahan di atas gunung telah ditemukan dalam kondisi selamat.
Menurut keterangan AKP Maryanto, peristiwa ini bermula dari laporan seorang warga bernama Ibu Anti Umar, orang tua dari salah satu pendaki bernama Bilal. Laporan tersebut masuk ke pihak berwenang setelah rombongan yang terdiri dari Bilal, Ramdan, Andika, Kodin, Fahmi, dan Fatur tak kunjung kembali.
“Rombongan awal berangkat pada Minggu pagi sekitar pukul 08.40 WITA menuju Bukit Lemari untuk berekreasi. Mereka dijadwalkan turun pada pukul 17.00 WITA. Namun, hingga malam hari mereka belum kembali, sehingga pihak keluarga melapor karena mengkhawatirkan keselamatan jiwa para pendaki,” ujar AKP Maryanto.
Merespons laporan tersebut, personel piket Polsek Ampana Kota bersama Bhabinkamtibmas, tim Basarnas, serta Kepala Desa Saluaba, Hapid Aba, langsung bergerak melakukan pencarian.
Proses evakuasi dilakukan secara bertahap di tengah medan pegunungan. Pukul 22.00 WITA, Tim berhasil menemukan 6 pendaki pertama yang dilaporkan hilang.
Kemudian, pada pukul 23.48 WITA, Pencarian berlanjut setelah adanya informasi tambahan mengenai rombongan lain. Tim kembali menemukan 12 pendaki dan langsung dievakuasi ke desa.
Dan selanjutnya pada Senin (13/04/2026) 01.20 WITA dini hari Gelombang terakhir sebanyak 11 pendaki berhasil ditemukan dan dipastikan tiba di Desa Saluaba dengan selamat.
AKP Maryanto menambahkan, proses evakuasi sempat diwarnai kendala karena adanya laporan mengenai pendaki yang mengalami fenomena kesurupan di atas gunung, yang sempat menghambat pergerakan rombongan untuk turun tepat waktu.
Setelah memastikan seluruh pendaki yang berjumlah 29 orang tersebut terkumpul dalam keadaan sehat, Kapolsek Ampana Kota memberikan arahan dan imbauan langsung sebelum memperbolehkan mereka pulang ke rumah masing-masing.
“Kami mengimbau kepada seluruh masyarakat, khususnya para pemuda yang hendak melakukan pendakian, agar lebih memperhatikan faktor keselamatan, kesiapan fisik, serta waktu kepulangan agar tidak menimbulkan kekhawatiran bagi keluarga dan petugas,” tegas AKP Maryanto.
Operasi kemanusiaan ini melibatkan personel kepolisian di antaranya Aiptu Muldi, Aipda Komang, Aipda Dani, dan Brigpol Ahludin, bersinergi dengan tim Basarnas dan warga lokal. Saat ini, situasi di Desa Saluaba terpantau kondusif dan seluruh pendaki telah kembali ke pihak keluarga.

