TOUNA – Seorang anak buah kapal (ABK) Kapal Nelayan Timur Jaya 777, YLN (37), ditemukan meninggal dunia di rumah tempat tinggal ABK di Desa Labuan, Kecamatan Ratolindo, Kabupaten Tojo Una-Una, Jumat (21/8/2026) pagi.
Kapolres Tojo Una-Una AKBP Yanna Djayawidya, S.I.K., M.H., melalui Kasi Humas Polres Tojo Una-Una Iptu Martono, mengatakan pihak kepolisian menerima laporan masyarakat melalui layanan Call Center 110 sekitar pukul 06.00 WITA terkait seorang ABK yang ditemukan dalam kondisi tidak sadarkan diri di kamar mandi rumah tersebut.
“Setelah menerima laporan, personel langsung mendatangi lokasi untuk melakukan penanganan. Tim Identifikasi Polres Tojo Una-Una kemudian melakukan olah tempat kejadian perkara,” ujar Iptu Martono saat menyampaikan keterangan Kapolres.
Menurut keterangan saksi, kejadian pertama kali diketahui sekitar pukul 04.30 WITA. Saat itu, seorang saksi hendak menuju kamar mandi, namun mendapati pintu dalam keadaan terkunci. Setelah beberapa kali mengetuk dan tidak mendapat respons, saksi meminta bantuan rekannya untuk mengecek kondisi di dalam.
Informasi tersebut kemudian diteruskan kepada kepala dusun dan dilaporkan kepada pihak kepolisian melalui layanan Call Center 110.
Sekitar pukul 05.00 WITA, Kepala Dusun I Desa Labuan, Supari, bersama Kepala Dusun II, Fadly, mendatangi lokasi untuk memastikan kondisi korban. Setelah dilakukan pengecekan, korban ditemukan dalam kondisi tidak bergerak di dalam kamar mandi.
Personel Polsek Ampana Kota tiba di lokasi sekitar pukul 06.30 WITA. Petugas kemudian membuka pintu kamar mandi dan mengevakuasi korban. Tim Identifikasi Polres Tojo Una-Una selanjutnya melakukan olah TKP dan mengamankan barang yang berkaitan dengan kejadian tersebut untuk kepentingan pemeriksaan.
Berdasarkan keterangan saksi lainnya, Ilham Tagoi, korban diketahui telah berada di rumah tempat tinggal ABK sejak Kamis (20/8/2026) sekitar pukul 17.00 WITA. Korban juga disebut tidak ikut melaut bersama rekan-rekannya selama dua hari terakhir.
“Dari keterangan saksi, korban dalam beberapa hari terakhir lebih banyak berdiam diri dan tidak banyak berkomunikasi dengan rekan-rekannya. Namun, terkait penyebab pasti korban melakukan tindakan tersebut masih dalam penanganan dan pemeriksaan kepolisian,” kata Iptu Martono.
Sekitar pukul 08.25 WITA, jenazah korban dibawa ke RSUD Ampana untuk menjalani pemeriksaan medis luar. Hasil pemeriksaan menemukan adanya tanda pada bagian leher, namun tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan lainnya pada tubuh korban.
“Berdasarkan hasil pemeriksaan medis luar dan fakta-fakta yang ditemukan di lokasi, korban diduga meninggal dunia akibat bunuh diri. Tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban,” jelas Iptu Martono.
Usai proses pemeriksaan, pihak kepolisian menyerahkan sejumlah barang milik korban kepada perwakilan keluarga, di antaranya uang tunai, telepon seluler, pengisi daya, dan tas.
Pihak keluarga juga telah menyatakan penolakan terhadap tindakan autopsi. Selanjutnya, jenazah korban akan dibawa ke Desa Bintalahe, Kabupaten Bone Bolango, Provinsi Gorontalo, untuk dimakamkan.
Polres Tojo Una-Una memastikan penanganan kejadian dilakukan sesuai prosedur, mulai dari mendatangi lokasi, melakukan olah TKP, pemeriksaan medis, hingga menyerahkan barang-barang milik korban kepada pihak keluarga.


