TOUNA – Upaya pemadaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Gunung Desa Tampanombo, Kecamatan Ulubongka, Kabupaten Tojo Una-Una, terus dilakukan personel gabungan, Sabtu (22/8/2026).
Kapolsek Ulubongka Iptu Muhajir Wonti mengatakan, hingga pukul 09.00 WITA masih ditemukan sejumlah titik api di kawasan gunung tersebut. Kondisi medan yang berbukit menjadi salah satu kendala dalam proses pemadaman.
“Upaya pemadaman masih dilakukan. Lokasi titik api berada di daerah perbukitan yang sulit dilalui dan dijangkau, sehingga proses pemadaman membutuhkan upaya ekstra,” ujar Iptu Muhajir Wonti.
Menurutnya, kondisi vegetasi berupa semak-semak dan sejumlah pohon yang mengering, ditambah cuaca panas serta hembusan angin, menyebabkan api berpotensi menjalar dan kembali muncul.
Pemadaman melibatkan unsur Tripika Kecamatan Ulubongka, terdiri dari enam personel Polsek Ulubongka di bawah pimpinan Kapolsek Ulubongka, empat personel Kompi Brimob Ampana, dua personel TNI Koramil Ulubongka di bawah pimpinan Danramil Kapten Inf. Jery Singkai, Camat Ulubongka Ilham Dg. Marola, ST bersama staf, serta warga Desa Tampanombo.
Selain itu, turut dikerahkan satu unit kendaraan pemadam kebakaran Kabupaten Tojo Una-Una, satu unit tangki Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Tojo Una-Una, serta satu unit mobil pikap Kompi Brimob yang membawa tandon air.
Iptu Muhajir mengatakan, personel gabungan bersama unsur terkait masih bersiaga di sekitar lokasi untuk mengantisipasi munculnya kembali titik api.
“Unsur Tripika Kecamatan, BPBD Kabupaten Tojo Una-Una, Dinas PU, Dinas Damkar, serta personel TNI-Polri masih standby di lokasi untuk melakukan pemantauan dan penanganan apabila kembali ditemukan titik api,” katanya.
Kebakaran terjadi di kawasan Gunung Desa Tampanombo dengan luas lahan yang terbakar diperkirakan sekitar tiga hektare. Lokasi tersebut berjarak kurang lebih satu kilometer dari permukiman warga Desa Tampanombo.
Setelah dilakukan upaya pemadaman secara bersama-sama, pada pukul 14.40 WITA petugas melaporkan tidak lagi menemukan titik api di lokasi. Situasi kemudian dinyatakan aman dan terkendali.
Meski demikian, Kapolsek Ulubongka mengingatkan bahwa potensi munculnya kembali api masih ada. Kondisi medan yang sulit dijangkau, cuaca panas akibat terik matahari, serta angin dan musim kemarau panjang menjadi faktor yang perlu diwaspadai.
“Kami tetap mengantisipasi kemungkinan munculnya kembali api. Karena itu, personel Polsek Ulubongka bersama Bhabinkamtibmas Desa Tampanombo terus melakukan monitoring perkembangan pascakebakaran,” ujar Iptu Muhajir.
Polsek Ulubongka mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan selama musim kemarau dan segera melaporkan kepada petugas apabila melihat adanya asap maupun titik api di sekitar kawasan hutan dan lahan.


